32.1 C
Palembang
Selasa, 3 Agustus 2021
spot_img
NewsBisnisPesona Danau Dedughuk Semende, Hijau Menawan Dikelilingi Bukit

Pesona Danau Dedughuk Semende, Hijau Menawan Dikelilingi Bukit

Baca juga

MUARAENIM,POJOKSUMSEL – Sejauh mata memandang wisatawan akan takjub melihat keindahan danau jernih menghijau dikelilingi perbukitan di Semende Raya. Danau Dedughuk Semende Darat Ulu (SDU) sudah banyak di ketahui warga sampai keluar daerah. Namun belum banyak diketahui dan dikembangkan menjadi promosi wisata daerah di Kabupaten Muara Enim. Lokasi di Desa Segamit Kecamatan Semende Darat Ulu, saking jernihnya, air danau bak cermin yang memantulkan panorama langit dan pengunungan di sekitarnya.

Dibalik keindahannya, ternyata danau Dedughuk ini terbentuk secara alami, Danau Deduhuk itulah nama yang di berikan oleh masyarakat, mengapa, karena di sekitar lokasi danau banyak terdapat tanaman deduhuk.sejenis tanaman keras yang daunnya kecil kecil berbulu dan buahya relatif kecil berwarna hitam di atas dan merah pada pangkal buahnya.

Lokasi danau deduhuk ini masuk dalam wilayah desa Segamit kecamatan Semende Darat Ulu, danau dengan luas sekitar 90 hektar dengan kedalaman sekitar 12 meter jaraknya sekitar 130 km dari kota Muara Enim. Sepanjang perjalanan kita akan dapat menikmati pemandangan alam yang menyenangkan, hamparan sawah, perbukitan nan hijau dan kita bisa singgah sebentar untuk menikmati buah sterwberi, serta macam macam jenis sayuran di kebun masyarakat. Sekarang ini danau Dedughuk merupakan salah satu ikon wisata Bumi Tunggu Tubang yang kini terus dikembangkan oleh masyarakat sekitar danau.
Dari pusat Kota Muara Enim, wisatawan akan menghabiskan waktu, kurang lebih 4 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda 2 ataupun 4.

Tentunya ini, bukan waktu yang singkat untuk bisa tiba di Danau Dedughuk. Namun tidak perlu khawatir karena perjalanan tersebut akan terasa sangat singkat. Pasalnya, selama perjalanan akan ditemani panorama alam menghijau menyegarkan mata, dedaun kopi dan batang-batang padi berada di tepian jalan dari Muara Meo (Simpang Batu Raja) sampai ke Desa Segamit. Setiba di sana, wisatawan akan disambut aroma angin gunung yang menyegarkan, hutan berkabut di tepian bukit dan suara-suara terapi burung-burung liar yang bertengger di dahan-dahan kayu.

Salah satu wisatawan asal Desa Cahaya Alam, Muaz mengatakan, selama ini dirinya hanya mendengar tentang keseruan berwisata ke Danau Dedughuk ini dari sahabat-sahabatnya.

“Tapi sekarang, saya telah berada di tepian danau ini menyaksikan burung-burung bercermin, meneguk air atau menghimpun Ilalang,” ujarnya., Minggu (20/6/2021).

Terpisah, Direktur BUMDes Desa Segamit, Paslan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal, mengingat pengelolaan danau tersebut hanya dilakukan oleh masyarakat sekitar dan belum ada campur tangan pemerintah.

“Sejauh ini untuk fasilitas yang ada di danau itu adalah hasil dari gotong royong masyarakat, khususnya jalan, untuk mengelola danau yang luas ini hendaknya pemerintah kabupaten ikut serta” ungkapnya.

Hingga saat ini, lanjut Paslan, masyarakat terus berjibaku dengan harapan di kemudian hari, danau ini bisa menjadi tempat wisata favorit, Ikon bumi Tunggu Tubang.
“Ya, harapan kami pemerintah dan dinas terkait bisa turun tangan langsung, untuk mengembangkan wisata di Desa segamit ini, kalau hanya mengandalkan swadaya dari masyarakat saja, entah sampai kapan akan maju,” pungkasnya.(red)

spot_img
spot_img

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img