26.1 C
Palembang
Thursday, 20 June 2024
spot_img
spot_img
SUMSELMuara EnimDisparekraf Muara Enim Giatkan Promosi Potensi Wisata Daerah

Disparekraf Muara Enim Giatkan Promosi Potensi Wisata Daerah

Baca juga

RD Sukmana
RD Sukmanahttps://pojoksumsel.com
RD Sukmana merupakan wartawan senior yang lebih suka menyebut dirinya seniman kata-kata daripada wartawan, karena baginya wartawan memiliki filosofi yang sangat luhur.

MUARA ENIM,POJOKSUMSEL – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Muara Enim terus menggiatkan promosi wisata yang di miliki. Kali ini dengan melibatkan peranya mensukseskan ajang Sriwijaya Expo 2012 yang di gelar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada 2-5 Juli kemarin di Dining Hall Jakabaring Sport City Palembang. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berpartisipasi pada ajang ini dengan Dinas lainnya, antara lain Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, DPMPTSP, Dinas Perkebunan, Banglitbangda, Dinas Komunikasi dan Informasi, dan pelaku ekonomi kreatif yang ada di Bumi Serasan Sekundang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Isdrin ST mengatakan, bahwa pada ajang Sriwijaya Expo 2021 itu sebagai ajang promosi pariwisata daerah, dimana di Kabupaten Muara Enim sudah banyak muncul distinasi wisata baru yang di garap melalui pemerintah desa, maupun swadaya masyarakat. Untuk itu, menurutnya, sangat perlu melalui kegiatan Sriwijaya Expo ini dinas yang di pimpinnya ini terlibat ikut berperan dalam mensukseskannya.

“Meskipun Pandemi, kami tetap giatkan promosi pariwisata daerah. Salah satunya distinasi wisata Danau Shuji di Kecamatan Lembak yang saat ini tengah masuk nominasi ajang API Award 2021. Selain promosi, juga meminta dukungan masyarakat,”terang Isdrin, Senin (5/7/2021).

Menurutnya, masyarakat Sumatera Selatan perlu mengetahui bahwa di Kabupaten Muara Enim sekarang ini banyak timbul destinasi baru, selain Air Terjun Bedegung yang ada di Kecamatan Panang Enim. Kemudian juga, Ia mengapresiasi masyarakat yang sudah mulai sadar wisata, sehingga itu bisa berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar dan pendapatan asli desa. Seperti Danau Cecuho yang ada di Desa Muara Lawai Kecamatan Muara Enim, Danau Cinta di Desa Ujanmas, Taman Burung yang ada di Tanjung Enim, Danau Dedughuk di Semende Darat Ulu, Desa Wisata Sidomulyo Kecamatan Gunung Megang, Curup Selingsing, Curup Kelui, Masjid Al Baniah, Kebun Strewbweri SDU, Persawahan Semende, Loboek Putih, dan tempat-tempat lainnya seperti Taman Adipura, dan Kawasan Pusat Kuliner di Jalan Sudirman Kota Muara Enim. Dengan banyaknya kunjungan wisata di harapkan mampu meningkatkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat khususnya pelaku ekonomi kreatif.

“Dengan giat mengenalkan potensi wisata daerah, maka akan banyak wisatawan yang akan datang ke Kabupaten Muara Enim. Sehingga, hotel, dan pelaku ekonomi kreatif bisa berjalan. Tapi saya menghimbau bagi yang akan datang ke Muara Enim harap patuhi protokol kesehatan Covid-19 karena masih dalam kondisi Pandemi,”terang Isdrin.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong masyarakat di Kabupaten Muara Enim untuk berpartisipasi dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah dengan menjadi pelaku di sektor ekonomi kreatif. Isdrin menjelaskan, dalam rangka mengembangkan potensi pariwisata di perlukan langkah-langkah pengaturan yang mampu mewujudkan keterpaduan dalam kegiatan penyelenggaraan kepariwisataan yang berwawasan lingkungan. Dengan mengembangkan Ekonomi Kreatif yakni suatu konsep perekonomian di era ekonomi, suatu upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan melalui kreativitas dengan iklim perekonomian yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumber daya yang terbarukan.

Kembali Isdrin menerangkan, ada 16 Sub sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang dapat di lakukan masyarakat di Kabupaten Muara Enim dan bisa menggandeng Pemerintah Daerah. Antara lain, Aplikasi dan Game, Arsitektur, Desain Produk, Fashion, Film Animasi serta Video, Desain Interior, Desai Komunikasi Visual, Seni Pertunjukan, Seni Kriya, Kuliner, Penerbitan, Periklanan, Musik, Seni Rupa, Televisi dan Radio, kemudian Fotografi.

“Tentunya, kreativitas tersebut harus di wujudkan dalam bentuk produk berupa barang dan jasa yang memiliki nilai jual melalui penawaran kreasi intelektual. Dan produksinya harus di Kabupaten Muara Enim. Seperti pada ajang Sriwijaya Expo ini kami mengenalkan Sub sector Batik Khaman dan Ekoprin dan sub sektor Kriya,”pungkasnya.(res)

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru