23.1 C
Palembang
Monday, 28 November 2022
spot_img
TravelTower Berpanorama Selat Malaka Jadi Ikon Pariwisata Baru Aceh

Tower Berpanorama Selat Malaka Jadi Ikon Pariwisata Baru Aceh

Baca juga

RD Sukmana
RD Sukmanahttps://pojoksumsel.com
RD Sukmana merupakan wartawan senior yang lebih suka menyebut dirinya seniman kata-kata daripada wartawan, karena baginya wartawan memiliki filosofi yang sangat luhur.

PojokSumsel.com Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan Tower Mangrove Forest Park Langsa di Aceh yang diharapkan bisa menjadi ikon pariwisata baru di provinsi tersebut.

Menparekraf mengatakan, kehadiran menara ini menandakan hadirnya ikon pariwisatan baru di Aceh, khususnya di Kota Langsa. “Tower ini tidak hanya menjadi ikon pariwisata di Aceh, tapi juga untuk Indonesia,” kata Sandiaga Uno dalam sambutannya di acara peresmian, Jumat (15/04).

Selain itu, kehadiran menara ini juga dapat memperkuat daya tarik dari hutan bakau yang hijau dan asri di lahan seluas 8.000 hektare. Sandiaga mengungkapkan dari atas menara ini masyarakat dapat melihat pemandangan Selat Malaka.

“Ini menjadi suatu daya tarik yang sangat unik. Lokasi ini juga hutan mangrove terbesar di Asia Tenggara. Jadi menurut saya perlu diadakan sebuah event regional untuk menggeliatkan dan memperkuat pariwisata di sini,” katanya.

Pelaksanaan event di lokasi hutan bakau ini, lanjut Sandiaga Uno, diharapkan juga dapat membangkitkan ekonomi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat Langsa serta membentuk tatanan ekonomi baru yang bertumpu pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tower yang berdekatan dengan Desa Wisata Cinta Raja, Langsa, Aceh ini secara otomatis mengangkat desa tersebut untuk mengembangkan potensi wisata yang ada selama ini. Menurut Sandiaga Uno, Desa Wisata Cinta Raja memiliki potensi yang sangat besar untuk wisata alam. Diketahui, Desa Wisata Cinta Raja yang hanya berjarak tempuh 15 menit dari Kota Langsa ini menjadi lokasi persinggahan burung-burung yang bermigrasi dari berbagai benua di dunia. “Desa Wisata Cinta Raja ini menjadi suatu destinasi yang sangat spesial, karena memiliki keunikan satwa yakni burung-burung yang datang bermigrasi dari seluruh dunia,” kata Menparekraf.

Potensi tersebut membutuhkan pengelolaan dengan baik disertai dengan peningkatan kelengkapan amenitas dan aksesibilitas yang diperlukan serta penambahan atraksi melalui beragam event yang menarik dengan harapan potensi yang telah ada di Desa Wisata Cinta Raja dapat semakin meningkat dan berkembang. “Menurut saya kegiatan bird watching di Desa Wisata Cinta Raja ini adalah bentuk best practice dari ecotourism,” tambah Sandiaga Uno.

Wali Kota Langsa, Usman Abdullah menambahkan potensi yang ada di Desa Wisata Cinta Raja adalah aset yang tidak dimiliki oleh daerah lain sehingga ia pun mengajak warga masyarakat, perangkat desa dan forum komunikasi pimpinan kecamatan untuk bersama-sama menjaga potensi alam yang ada di desa ini. “Apabila ini dikelola dengan baik, maka masyarakat desa ini akan mendapatkan mutiplier effect kepada masyarakat sekitar,” tandas Usman.

Dalam kunjungan dan acara peresmian ini, Sandiaga Uno didampingi oleh Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Brigjen TNI Ario Prawiseso, Direktur Pengembangan Destinasi Regional 1 Kemenparekraf/Baparekraf, Harwan Ekon Cahyo, Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua dan Direktur Event Daerah Kemenparekraf/Baparekraf, Reza Pahlevi.

Turut hadir pula Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Jamaluddin.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Artikel Terbaru