30.1 C
Palembang
Thursday, 11 April 2024
spot_img
spot_img
NewsAgustusan, Pedagang Telok Abang Ikut Nikmati Rezeki Setahun Sekali

Agustusan, Pedagang Telok Abang Ikut Nikmati Rezeki Setahun Sekali

Baca juga

RD Sukmana
RD Sukmanahttps://pojoksumsel.com
RD Sukmana merupakan wartawan senior yang lebih suka menyebut dirinya seniman kata-kata daripada wartawan, karena baginya wartawan memiliki filosofi yang sangat luhur.

PojokSumsel.com – Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, jalanan di Palembang mulai diramaikan dengan penjual telok abang, seperti salah satunya di Jalan Merdeka, Kecamatan Ilir Barat 1. Palembang.

Terlihat di sepanjang Jalan Merdeka Kota Palembang, sejumlah pedagang berjualan di pinggir jalan, berbagai macam rupa yang diperjualbelikan. Ada yang dijual berbentuk pesawat, perahu, dan kapal.

Doni, salah satu pedagang mainan telok abang mengatakan, mulai berjualan sejak awal bulan Agustus. “Saya mulai berjualan sejak awal bulan Agustus, karena sudah banyak yang mencari mainan telok abang,” ujarnya, Senin (15/08), dilansir dari tvonenews.com.

Mainan telok abang yang dijual Doni harganya bervariasi, untuk mainan telok abang yang berukuran kecil dijual dengan harga Rp25 ribu sedangkan untuk ukuran besar Rp50 ribu.

Pedagang musiman mainan telok abang ini mengatakan, jika ia berjualan karena ikut meramaikan dalam menyambut HUT RI sekaligus memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan.

“Iya momen ini hanya satu tahun sekali dapat dirasakan, sembari merayakan saya juga memanfaatkan momen ini untuk mencari keuntungan dari berjualan mainan telok abang,” jelasnya

Sebagai informasi, telok abang merupakan salah satu tradisi unik dan menarik khas Palembang, Sumatera Selatan yang muncul setiap menjelang Hari Kemerdekaan RI.

Telok abang adalah telur yang cangkangnya diberi warna dengan pewarna merah. Dalam bahasa Palembang, telok abang berarti telur merah. Setelah diwarnai, telur itu kemudian diletakkan di dalam mainan berbentuk kapal, pesawat, becak, atau kereta dan berbagai bentuk lainnya. Mainan ini cuma ada di Palembang pada saat menjelang 17 Agustus. Mainan telok abang ini, merupakan tradisi turun menurun sejak lama.

Melansir dari idntimes.com, tradisi ini awalnya merupakan peringatan ulang tahun Ratu Wilhelmina dari Belanda. Setelah kemerdekaan, filosofinya berubah. Warna merah melambangkan keberanian, dan bagian dalam telur yang berwarna putih bermakna kesucian.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru