33.1 C
Palembang
Friday, 14 June 2024
spot_img
spot_img
NewsBisnisMengumpulkan Rupiah Dari Kerajinan Limbah Ban Bekas

Mengumpulkan Rupiah Dari Kerajinan Limbah Ban Bekas

Baca juga

MUARA ENIM,POJOKSUMSEL – Bisnis mengolah limbah selalu memberikan keuntungan yang menggiurkan, dari barang yang tidak berharga bisa diubah menjadi produk yang bernilai jual. Salah satunya bisnis mengolah ban bekas, yang baru ditekuni oleh Nanang Khariri S.Thi (37) warga Desa Harapan Jaya Unit 8 Muara Enim.

Selain bisa dibentuk menjadi berbagai macam produk, ban bekas juga menawarkan kualitas produk yang kuat dan tahan lama. Modal untuk memulai bisnis ini juga relatif rendah, dengan bahan baku ban bekas yang dibanderol dengan harga di bawah Rp 10.000 bisa disulap menjadi produk berharga di atas Rp 100.000.

Nanang dan saudaranya Puji menekuni bisnis tersebut sejak tiga bulan ini, dan sehari-harinya sebagai petani sawit. Saat ini kondisi sawit sedang replanting, ditambah dampak pandemi covid-19 aturan pembatasan kegiatan. Membuat Nanang berpikir untuk tetap memiliki pemasukan rupiah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Awalnya saya belajar dari Youtube, iseng-iseng isi waktu luang karena usaha sawit lagi tidak panen, dan dampak dari covid-19 ini belajar ketrampilan mengkreasikan ban bekas menjadi pot tanaman, dan dijual laku,”kata Nanang, (7/7/2020).

Dia mengungkapkan, modal awal dari ban bekas yang ada di sekitar rumahnya, ban bekas itu dibuat menjadi pot tanaman yang di beri cat warna-warni membuat lebih menarik. Setelah jadi, ban bekas itu laki dijual dengan harga Rp 65 ribu per buah.

“Sudah jadi pot, lalu iseng di uploud di Medsos, eh ada yang beli, Alhamdulilah,”katanya.

Nah, sejak permintaan banyak ini pihaknya sangat kewalahan memenuhinya. Disamping itu juga keterbatsan bahan baku mengakibatkan proses pembuatan membutuhkan waktu lama, dan membuat pemesan harus mengantri. Meskipun begitu, pihaknya komitmen untuk tetap memenuhi semua pemesanan tersebut.

“Usaha ini bertiga, dan dibantu istri juga turun tangan ikut membantu,”katanya lagi.

Kedepan, cita-cita Nanang ingin memiliki workshop sendiri serta perluasan pemasaran. Akan tetapi saat ini masih terkenal modal untuk mengembangkan usahanya tersebut.

“Maunya saya kedepan usaha ini bisa maju, dan menciptakan peluang kerja lebih banyak lagi,”katanya.(AH)

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru