28.1 C
Palembang
Sunday, 9 June 2024
spot_img
spot_img
INFO COVID-1920 IKM Muara Enim Terdampak Covid Mendapat Pelatihan Batik

20 IKM Muara Enim Terdampak Covid Mendapat Pelatihan Batik

Baca juga

Jeri
Jerihttps://pojoksumsel.com
Pria ini menyukai dunia teknologi dan otomotif. Bermimpi punya sebuah laptop seharga 50 jutaan. Kesehariannya banyak dihabiskan didepan laptop. IT Maintenance, menulis di kategori Teknologi dan Otomotif adalah kontribusinya di PojokSumsel.com.

MUARA ENIM,POJOKSUMSEL – Sebanyak 20 Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) bidang fashion di Muara Enim terdampak covid-19 dibantu untuk bangkit mengikuti pelatihan batik. Diselenggarakan Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan mulai Kamis 10 Desember hingga 12 Desember 2020 bertempat di Hotel Griya Sintesa Muara Enim. Bekerjasama Dinas Perdagangan Kabupaten Muara Enim memfasilitasi narasunber pelatih dari Rumah Batik Serasan (RBS) Muara Enim.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian Sumsel, Ir Hj Ernila Rizar MM, didampingi Kepala Dinas Perdagangan Muara Enim,. Syarpuddin SSos, Kabid IKM Dr Dessy Hershanty SE MM, Ketua Rumah Batik Serasan Totok Adi Hermanto ST.

Menurut Hj Ernila Rizar mengatakan, pelatihan ini merupakan program anggaran APBN dari Kementrian pusat, melalui Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan serta mendapat dukungan Gubernur H Herman Deru. Salah satunya menyelenggarakan pemulihan ekonomi pelaku IKM di Kabupaten Muara Enim terdampak covid-19.

“Di Kabupaten Muara Enim, ini pelatihan yang kedua diselenggarakan Provinsi Sumsel, sebelumnya pelatihan Barista, dan kali ini pelatihan batik untuk 20 pelaku IKM terdampak covid-19,”ungkap Ernila, Kamis (10/12/2020)

Melalui kegiatan ini, lanjut Ernila, dapat mendorong tumbuhnya wirausaha baru bagi masyarakat bidang fashion khsusnya batik. Selanjutnya, melalui sektor industri batik dari Kabupaten Muara Enim nantinya diharapkan dapat menghasilkan pemasukan bagi pemerintah Provinsi Sumsel melalui pendapatan daerah.

“Oleh karena itu, pelaku batik di Kabupaten Muara Enim harus meningkatkan kualitasnya, supaya dapat bersaing dengan produk lain di pasaran,”imbuh Ernila.

Kepala Dinas Perdagangan Muara Enim, Syarpuddin mengapresiasi tumbuhnya pelaku usaha batik yang mengangkat motif Sumber Daya Alam (SDA) kabupaten Muara Enim. Misal ada batik kujur, ada batik serasan, ada batik kopi, dan saat ini yang sedang dikembangkan yakni batik ecoprint. Ia meminta kepada para peserta dalam kegiatan ini agar bisa mengikuti pelatihan mulai dari awal sampai dengan selesai.

“Tidak semua bisa mengikuti pelatihan ini, oleh karena itu saya berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik, setelah kegiatan ini dapat membuka peluang usaha baru,”kata Syarpuddin.

Sementara itu, menurut Totok Adi Hemanto, selaku pelatih batik Muara Enim menjelaskan, para peserta akan diajari mulai dari membuat motif batik, lalu di implementasikan menjadi kain bati, sampai dengan membuat baju, dan masker motif batik khas Muara Enim.(red)

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru