27.1 C
Palembang
Wednesday, 29 June 2022
spot_img
PTBARezeki Nomplok Rp7,9 Triliun untuk Share Holders PTBA

Rezeki Nomplok Rp7,9 Triliun untuk Share Holders PTBA

Baca juga

RD Sukmana
RD Sukmanahttps://pojoksumsel.com
RD Sukmana merupakan wartawan senior yang lebih suka menyebut dirinya seniman kata-kata daripada wartawan, karena baginya wartawan memiliki filosofi yang sangat luhur.

PojokSumsel.com – Pundi-pundi para pemegang saham (share holders) PT Bukit Asam Tbk. dipastikan semakin membuncit. Pasalnya, share holders subsidiary MIND ID di bidang pertambangan ini sepakat bulat membagikan dividen 100 persen laba bersih tahun 2021 sebesar Rp7,9 triliun.

Momen ini terungkap usai gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2021 emiten bernama PTBA di pasar saham ini di Jakarta, Selasa (24/05). “Dalam RUPST pemegang saham menyetujui penggunaan 100 persen laba bersih 2021 sebesar Rp 7,9 triliun sebagai dividen,” ujar Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismali dikutip dari rilis tertulis PTBA yang diterima Redaksi.

Ia menuturkan, pertimbangan pembagian dividen 100 persen dari laba bersih tersebut seiring aliran kas di perseroan cukup besar. “Posisi akhir tahun kemarin Rp13 triliun. Kalau ini kami bagikan 100 persen Rp7,9 triliun dari seluruh laba 2021 tidak akan ganggu kondisi kas,” imbah Arsal.

Arsal mengatakan, dana kas untuk pengembangan perseroan masih tersedia. Dengan melihat hal itu, perseroan sepakat permintaan pemegang saham disetujui pembagian dividen 100 persen dari laba bersih 2021.

Gepokan uang sebanyak Rp7,9 triliun yang dibagikan sebagai dividen mengukir rekor terbaru bagi PTBA selain membukukan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perseroan yang berpusat di Sumatra Selatan ini. Selain bagi-bagi dividen 100 persen, pemegang saham juga menyetujui tidak ada usulan perubahan susunan pengurus perseroan dalam RUPST ini.

PTBA berhasil meraup laba bersih yang naik 231 persen dari capaian 2020 sebesar Rp2,39 triliun. Pendapatan usaha tumbuh 69 persen menjadi Rp29,26 triliun pada 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp17,33 triliun.

Selain ditetapkannya penggunaan laba bersih, melalui RUPS juga disetujui pula laporan tahunan, disahkannya laporan keuangan konsolidasian perseroan, disetujuinya laporan pengawasan dewan komisaris. Kemudian disahkannya laporan tahunan keuangan dan pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroan tahun buku 2021.

Selanjutnya ditetapkannya tantiem untuk direksi dan dewan komisaris perseroan tahun buku 2021, dan gaji atau honorarium berikut fasilitas dan tunjangan tahun buku 2022. Lalu disetujuinya penunjukan kantor akuntan publik untuk audit laporan keuangan perseroan dan program pendanaan usaha mikro dan usaha kecil tahun buku 2022, dan disetujuinya perubahan anggaran dasar perseroan.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Artikel Terbaru