26.1 C
Palembang
Saturday, 8 June 2024
spot_img
spot_img
SUMSELMuara EnimMengenal Sastra Tutur Anananguai, Seni Langka Khas Muara Enim

Mengenal Sastra Tutur Anananguai, Seni Langka Khas Muara Enim

Baca juga

RD Sukmana
RD Sukmanahttps://pojoksumsel.com
RD Sukmana merupakan wartawan senior yang lebih suka menyebut dirinya seniman kata-kata daripada wartawan, karena baginya wartawan memiliki filosofi yang sangat luhur.

PojokSumsel.com – Sederhana. Itulah kata awal yang terlintas saat menyaksikan satu seni langka khas Muara Enim, Anananguai. Ritmis statis yang dibunyikan dari gendang panjang melayu sejak awal dimulainya penampilan sastra tutur anananguai ini tetap dipertahankan hingga kata-kata yang sarat akan petuah dan nasihat kehidupan terakhir disampaikan.

Dari sisi penampilan di atas panggung, seni langka ini tidak macam-macam. Tata cahaya lampu sengaja dimatikan. Hanya cahaya dari nyala obor yang mengepulkan asap hitam yang tak perlu bersusah payah membenderangi seluruh sudut panggung.

Seolah tak puas bersembunyi di balik bayangan hitamnya malam, pelantun Anananguai duduk diam bersila sambil mengenakan kerudung sarung. Penampilan keseluruhan seolah berusaha menyentuh sisi mistisisme. Sementara ritme gendang terus bertalu bagai detak jantung, sang pelantun menyenandungkan kisah tentang kehidupan dalam bahasa daerah Sumatra Selatan, berayun meliuk dari rendah ke tinggi, dinamis.

Aku bekendak nak pelintasan/mintak ikan ngan tebat nye/mintak sihe selibaw nihu/nak mintak tebu njulok langet”. Seperti itu lah sepenggal bait sejarah sastra tutur Marga Tambelang yang disenandungkan dalam penampilan Anananguai dalam acara Malam Seni Budaya Muara Enim di Plumeria Ecopark, salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Muara Enim, pada Sabtu (28/05).

Tak banyak literasi digital yang menyebutkan seni sastra tutur Anananguai. Jenis budaya ini seolah semakin pudar tergerus zaman. Beruntung, Pemerintah Kabupaten Muara Enim turut mendukung gelaran acara ini, sehingga seni sastra langka ini masih bisa diperlihatkan, khususnya kepada generasi muda yang bisa jadi baru mengetahuinya pada malam hari itu.

Pada masanya, di mana peradaban belum mengenal beragam hal modern, sastra tutur kerap dihadirkan dengan tujuan untuk menyampaikan suatu nasihat dan pedoman hidup yang menjadi bagian dari hiburan kepada masyarakat tradisional. Penampilan langka Anananguai seolah menyentak halus, betapa Indonesia begitu kaya akan kebudayan dan kesenian asli daerah.

Sang pelantun Anananguai pada acara itu, Piet mengatakan, ia hanya berusaha mempertahankan warisan leluhur yang pada masa sekarang ini sudah sangat jarang diperhatikan. Dengan tekad dan kemauan yang kuat dan berbekal cerita-cerita sejarah kebudayaan yang diketahuinya secara turun temurun serta dukungan dari berbagai pihak, Piet berharap sejarah dan budaya seni sastra tutur Anananguai bisa terus bertahan dan dikenal.

“Terlepas dari minimnya fasilitas dan dukungan kepada kami, ini salah satu upaya kami untuk mengajak, menjaga dan membagikan kepada banyak pihak akan betapa kayanya dan berharganya sejarah budaya yang dimiliki. Konsistensi kami menjaga budaya menjadi tanggung jawab kami untuk mengingatkan banyak pihak akan pentingnya budaya lokal,” harapnya.

Ia melanjutkan, adanya temuan baru kebudayaan dan kesenian lokal diharapkan bisa mendapat perhatian dari pemerintah, di mana masyarakat saat ini seolah lupa akan jati diri dan identitas keaslian asal mereka.

Dalam acara itu, tak hanya sastra tutur Anananguai, beberapa kelompok pelestari seni budaya lokal turut menampilkan bentuk kesenian lainnya seperti gitar tunggal, tembangan btarian dan jenis kesenian yang cukup jarang ditampilkan lainnya. Apalagi dengan keberadaan tempat wisata yang representatif untuk menjadi salah satu venue pagelaran seni dan budaya di daerah secara maksimal, ke depan diharapkan bisa menjadi pemicu dan pemacu para seniman dan budayawan lokal untuk tetap mempertahankan dan menampilkan kesenian lokal yang dikuasainya, sebagai bentuk daya tarik wisata, khususnya dari luar Muara Enim.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru