30.1 C
Palembang
Thursday, 11 April 2024
spot_img
spot_img
NewsMikroorganisme Bisa Buat Petani Kembali Tersenyum

Mikroorganisme Bisa Buat Petani Kembali Tersenyum

Baca juga

#Trichoderma selamatkan ratusan hektar kebun jeruk

PojokSumsel – Pola ketergantungan pertanian dan perkebunan saat ini terhadap bahan-bahan kimia apalagi bahan yang bersifat racun seperti insektisida, fungisida, bakterisida sangat tinggi, hal ini harus segera kita tinggalkan. Untuk mengatasinya kita harus menggali bahan-bahan disekitar yang bisa dimanfaatkan untuk mengganti bahan bahan kimia tersebut.  Dari itu sudah saatnya kita kembali ke alam. Banyak sekali mikroorganisme yang dapat kita manfaatkan untuk proses kelestarian lingkungan kita.

 

Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah dan

biofungisida dan bisa sangat bermanfaat adalah jamur Trichoderma sp. Mikroorganisme ini adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman lapangan. Trichoderma, sp disamping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Trichoderma, sp dapat menghambat pertumbuhan serta penyebaran racun jamur penyebab penyakit bagi tanaman dengan cara kerja spora Trichoderma menempel pada badan jamur lain kemudian membentuk hifa (benang spora) yang akan mengikat dan menggulung jamur lain hingga jamur tersebut mati.

 

Hal ini terbukti di salah satu wilayah di Kabupaten Muara Enim, dimana ratusan hektar kebun jeruk milik warga Air talas mengalami kegagalan akibat hama yang merusak tanaman. Bahkan petanipun sudah enggan menanam jeruk sebagai komoditi yang memang sejak awal menjadi sumber penghasilan warga. Warga lebih memilih beralih ke tanaman lain untuk dijadikan sumber penghasilan.

 

Dari itu, seorang petani Khairil Anam yang mendapat masukan dan masih percaya bahwa jeruk tetap bisa menjadi komoditi yang tetap menjanjikan, mencoba mencari jalan keluar agar lahan, dan tanaman jeruk bisa kembali ditanam tanpa harus khwatir akan kembali terserang hama, hasilnya, Khairil akhirnya menemukan Trichoderma atau juga disebut agen hayati yang bisa mengatasi permasalahan yang selama ini mereka hadapi.

 

Dengan penuh keyakinan, Bapak dua anak ini akhirnya mencoba kembali menanam bibit jeruk dilahan miliknya dengan memberikan perhatian lebih dengan mengimplementasikan penggunaan jamur Trichoderma di lahan tersebut. Hasilnya, setelah beberapa bulan berjalan, kondisi lahan yang sempat divonis tidak dapat digunakan kembali menanam jeruk, berubah menjadi lahan yang berpotensi besar memberikan pengahsilan dirinya dan petani lain.

 

Hasil yang diperolehnya pun sangat luar biasa. Yang awalnya penghasilan per-hektar hanya 3 hingga 5 juta, bertumbuh hingga mencapai 30 hingga 35 juta per hektarnya. Tidak hanya mengalahkan hama yang selama ini menjadi momok petani, penggunaan jamur inipun meningkatlan pendapatan dengan bertumbuhnya jumlah buah yang dihasilkan sehingga membuat hasil penjualan semakin tinggi. Hal ini sudah sejak lima tahun belakangan dinikmati Khairil, dan dirinya berharap, penggunaan agen hayati ini juga bisa diaplikadikan ke tanaman lain oleh petani.

 

“Saya berharap, upayabyang saya lakukan selama ini bisa juga diikuti serta diaplikasikan oleh petani lain dan juga digunakan pada jenis tanaman lain. Karena problem yang dialami oleh petani saat ini tidal jauh berbeda dengan apa yang pernah kami alami,” ujarnya.

 

Keberhasilan yang diperoleh Pria asal Bali ini ternyata mendapat perhatian dan dukungan dari salah satu BUMN yang berada di wilayahnya. PT Pertamina yang memang peduli dan perhatian terhadap petani serta masyarakat yamg berada di wilayah kerjanya, memberikan dukungan bantuan berupa rumah study dan peralatan pendukung lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan pengembangan.

 

Tidak hanya itu saja, PT Pertamina juga memberikan dukungan lain berupa keikutsertaan Khairil pada pelatihan pelatihan yang kerap dilakukan oleh lembaga lembaga pertanian dan perkebunan juga diberikan kesempatan untuk membagi ilmu yang didapat dan dimilikinya kepada sesama petani lain. Saat ini, hasil jeruk dari Desa Air Talas Kabupaten Muara Enim bisa dinikmati langsung di kebun dengan agrowisata yang dikelola pemerintah desa.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru