27.1 C
Palembang
Tuesday, 16 April 2024
spot_img
spot_img
SUMSELLahatBupati Lahat Bangga Tanaman Asli Lahat Banyak Diminati Pebonsai

Bupati Lahat Bangga Tanaman Asli Lahat Banyak Diminati Pebonsai

Baca juga

RD Sukmana
RD Sukmanahttps://pojoksumsel.com
RD Sukmana merupakan wartawan senior yang lebih suka menyebut dirinya seniman kata-kata daripada wartawan, karena baginya wartawan memiliki filosofi yang sangat luhur.

PojokSumsel.com – Bupati Lahat, Cik Ujang, S.H. mengungkapkan rasa bangganya karena tanaman jenis limauan asli Kabupaten Lahat yang lebih dikenal dengan nama Kaliage (Maclura cochinensis) yang merupakan tanaman endemis dari Lahat banyak diminati oleh pebonsai dan kolektor tanaman hias.

Hal ini disampaikan Bupati Lahat saat mengunjungi Pameran Nasional (pamnas) Bonsai yang digelar di Kabupaten Lahat, Sumsel pada Rabu (8/06) di halaman GOR Bukit Telunjuk, Kota Lahat.

“Sebagai warga Lahat kita harus bangga ternyata tanaman asli di Lahat banyak dikenal dan disukai orang di seluruh Indonesia. Semoga dengan pamnas ini semakin banyak jenis tanaman endemis Kabupaten Lahat yang bisa dijadikan bonsai yang, tentunya akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat Kabupaten Lahat,” ujar Bupati.

Bupati menuturkan, kedatangannya ini selain untuk memberikan mood booster (pendorong suasana hati agar menjadi lebih baik, red.) kepada seluruh panitia pamnas dan dewan juri yang telah bekerja secara maksimal juga sebagai bentuk dukungan atas terselenggaranya event nasional bonsai yang merupakan kali pertama dihelat di Kabupaten Lahat.

Kedatangan orang nomor satu di Bumi Seganti Setungguan ini disambut Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Kabupaten Lahat, Ganda Taruna S.Sos. didampingi ketua pelaksana Endriansyah S.E., sekretaris panitia Jonny Walker dan segenap panitia serta para dewan juri.

Setelah membubuhkan tanda tangan pada banner yang hampir penuh oleh tanda tangan peserta pameran dan kontes bonsai dari beberapa kota dan provinsi di tanah air yang mengikuti ajang lomba, selanjutnya Bupati Lahat melihat dari dekat keseluruhan bonsai yang dilombakan mulai dari bonsai di kelas utama, kelas madya, kelas pratama dan kelas prospek.

Sambil berjalan memutari arena lomba beberapa bonsai sempat mendapat pujian Cik Ujang S.H. karena bentuk dan karakteristiknya yang menawan dan sedap dipandang mata. Sementara panitia dan dewan juri juga tampak sangat antusias menjelaskan jenis dan nama-nama bonsai yang tersusun rapi di atas meja yang disiapkan.

“Luar biasa, bonsai-bonsai yang dilombakan memang sangat indah dan menarik,” ucap Cik Ujang S.H. sebelum melakukan sesi foto bersama termasuk berfoto dengan salah seorang peraih door prize sepeda motor. Panitia pamnas bonsai telah menyiapkan door prize beragam hadiah termasuk door prize utama kendaraan roda empat dalam perhelatan bonsai nasional ini.

Ganda Taruna S.Sos. yang didampingi oleh Jonny Walker mengatakan, kedatangan Bupati Lahat ke lokasi pamnas merupakan bentuk apresiasi  bagi segenap panitia dan juri yang telah bekerja keras sejak dimulainya pembentukan panitia, menyambut peserta lomba, melakukan verifikasi bonsai dan mengangkut bonsai dari kendaraan sampai menempatkan bonsai pada tempat yang disediakan sesuai dengan masing-masing kelas yang dilombakan.

“Alhamdulillah, Bapak Bupati Cik Ujang S.H. bisa menyempatkan diri datang ke lokasi pamnas di sela kesibukannya sebagai kepala daerah yang tentu saja sangat padat jadwal kegiatannya. Kedatangan Pak Bupati pada sore hari ini memang benar benar menjadi mood booster bagi kita semua segenap panitia pamnas,” ucapnya penuh semangat.

Ajang ini melibatkan tim dewan juri yang terdiri para pakar bonsai dari berbagai daerah di Indonesia. Selain keunikan, tim dewan juri juga menilai dari kerapian, tingkat kesulitan dalam perawatan bonsai itu sendiri termasuk akar, daun, bentuk dan karakteristik bonsai, sehingga memiliki nilai seni yang tinggi.

Karena penilaian adalah hal terpenting dalam ajang perlombaan, maka pengunjung pameran bonsai nasional yang digelar di halaman GOR Kabupaten Lahat ini dilarang masuk selama masa penilaian dilakukan oleh dewan juri yang menjadwalkan tiga hari penilaian untuk menetapkan bonsai mana yang akan menjadi terbaik dalam event tahunan PPBI ini.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru