31.1 C
Palembang
Sunday, 27 November 2022
spot_img
NewsNasionalKenapa Tiga Angka Nol Terakhir di Uang Rupiah Kertas Baru Hilang?

Kenapa Tiga Angka Nol Terakhir di Uang Rupiah Kertas Baru Hilang?

Baca juga

RD Sukmana
RD Sukmanahttps://pojoksumsel.com
RD Sukmana merupakan wartawan senior yang lebih suka menyebut dirinya seniman kata-kata daripada wartawan, karena baginya wartawan memiliki filosofi yang sangat luhur.

PojokSumsel.com Sudahkah memiliki uang rupiah kertas tahun emisi 2022? Bila sudah, silakan di terawang dengan cermat. Pada uang rupiah kertas baru itu Bank Indonesia (BI) tidak memasukkan tiga angka nol terakhir.

Misalnya, uang rupiah kertas pecahan Rp100.000,-, bila diterawang hanya terlihat gambar pahlawan Soekarno, Mohammad Hatta dan angka Rp100. Begitu juga dengan pecahan lainnya, seperti Rp1.000,-, Rp2.000,-, Rp5.000,-, Rp10.000,-, Rp20.000,- dan Rp50.000,-.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim mengatakan hal itu sengaja dilakukan karena bank sentral mengubah sistem pengamanan uang rupiah kertas tahun emisi 2022.

Menurut Marlison, salah satu unsur pengaman dalam uang rupiah kertas tahun emisi 2022 adalah electrotype dengan varian dari tanda air (watermark). Sementara, electrotype pada uang rupiah kertas tahun emisi sebelumnya berbentuk ornamen khas Indonesia.

“Di (uang rupiah kertas tahun emisi) 2022 electrotype berbentuk angka yang melambangkan nilai nominal. Tiga angka nol tidak dicantumkan dengan pertimbangan teknis dan untuk kemudahan identifikasi,” ungkap Marlison, Rabu (24/08) dilansir dari cnnindonesia.com.

Selain itu, ukuran uang rupiah kertas tahun emisi 2022 juga lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Oleh karena itu, jika angka nol lebih lengkap, sambung Marlison, maka ukuran angka yang ditulis di uang rupiah kertas tahun emisi 2022 otomatis lebih kecil.

Hal itu akan membuat masyarakat kesulitan mengidentifikasi pecahan uang tersebut. “Secara teknis karena masalah ruang yang terbatas dan untuk kemudahan identifikasi oleh masyarakat,” jelas Marlison.

Ia pun membantah, bahwa penghapusan tiga angka nol paling belakang sebagai sinyal bahwa BI akan melakukan redenominasi. “Tidak ada kaitan dengan redenominasi,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan masyarakat yang ingin mendapatkan uang rupiah kertas tahun emisi 2022 bisa datang langsung ke kantor pusat.

Menurut Perry, masyarakat juga bisa menukarkan uang rupiah lama dengan desain baru di 46 kantor perwakilan BI. Dengan kata lain, masyarakat di daerah tak perlu jauh-jauh datang ke kantor pusat. “Silakan datang ke kantor BI pusat maupun 46 kantor BI di seluruh Indonesia kalau ingin menukarkan dan dapat tujuh uang rupiah kertas emisi 2022 ini,” ujar Perry.

Ia mengatakan uang rupiah kertas tahun emisi 2022 dibuat dengan teknologi terbaru. Dengan demikian, uang itu lebih aman dan sulit untuk dipalsukan. “Lebih berkualitas dan menyulitkan untuk pemalsuan,” imbuh Perry.

Selain itu, Perry mengklaim uang rupiah kertas tahun emisi 2022 akan lebih mudah dideteksi oleh penyandang tunanetra. “Ini memang lebih mudah untuk rekan-rekan yang memang perlu khusus tunanetra, ini juga kami permudah,” tutup Perry.

Artikel lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Artikel Terbaru